Warga Rawa Rengas Tuntut Keadilan, Protes Klaim Tidak Sesuai Aturan

KAB TANGERANG, (mediamurba.com) – Berawal double nya surat kepemilikan tanah, sejumlah warga Kp. Rawa Jati Desa Rawa Rengas yang terkena imbas pembebasan runway 3 Bandara Soekarno-Hatta menuntut keadilan.

100 orang gelar aksi di Pintu Zona I Parameter Utara, mereka meminta percepatan pembayaran lahan di Desa Rawa Rengas Kecamatan Kosambi yang terkena plot pembebasan lahan.

Kordinator aksi Syamsudin mengatakan ihwal keterlambatan proses pembayaran lahan akibat adanya claim tanah dari dua orang yakni bernama Iriana Sianturi dan Purnomo. Ia meyakini pengkleman tersebut tidak sesuai aturan.

“Bahwa kita sebagai rakyat Rawa Jati menuntut keadilan, kita tidak minta apa-apa, kita minta hak kita. Pengkleman tidak sesuai dgn aturan dan kleman tidak manusiawi,” kata Syamsudin dalam orasi nya, Selasa (11/12).

Tiga tahun sudah proses pembangunan perluasan bandara, namun tak kunjung ada kepastian. Dikatakan Syamsudin, pihaknya sudah cukup sabar untuk menunggu keputusan.

“Kita hanya minta dipercepat dibayarkan karna kami sudah tidak betah tinggal disini,” tandasnya.

Sementara itu, Sekdes Rawa Rengas Muhklis menjelaskan sebanyak 63 bidang tanah di bawa ke ranah pengadilan negeri untuk proses konsinyasi.

Ia mengaku bidang tanah yang bersengketa itulah jadi percikan warga terjadinya unjuk rasa. Aksi tersebut sepertinya ditunjukan kepada semua, pihak yang terkait yakni PT Angkasa Pura II, Pemerintahan Desa dan Pengadilan Negeri.

“Aksi itu terlihat ditunjukan kepada para pihak yang terlibat berkompeten di bidang itu,” tutur Muhklis saat di konfirmasi awak media di Kantor Desa Rawa Rengas, Selasa (11/12).

Ia berharap para pihak kompeten yang membidangi kasus ini, secepatnya diberikan trobosan hukum.
“Agar para warga yang terkena dampak pembangunan runway 3 secepatnya bisa menerima ganti rugi,” harapnya.

(Tim MM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *