Pemerintah Desa Rawa Rengas Giat Angkut Sampah di Sungai Tersier

KAB TANGERANG, (mediamurba.com) – Sampah yang mengapung di aliran sungai tersier Bojong Renged berlarut menjadi tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai, kini telah di bersihkan oleh pemerintah Desa Rawa Rengas Kecamatan Kosambi, Selasa (30/7).

Saluran air terletak di Kp.Tukang Kajang Rt 27/12 Desa Rawa Rengas itu, sebelumnya penuh tumpukan sampah salah satu nya efek dari proyek runway 3 Bandara Soetta. Selain membuang sampah sembarangan, bebatuan bekas proyek tersebut, menjadikan saluran air mengecil.

PjS Kepala Desa Rawa Rengas, Arif Suherman mengatakan, kegiatan ini dilakukan secara spontan tanpa melihat pihak mana yang harus bertanggung jawab.

Menurut Arif, pihaknya berkewajiban membersikan serta melancarkan saluran air. Apalagi kita semua sedang menyambut HUT RI ke-74.

“Pada dasarnya kita melaksanakan tugas untuk membersihkan dan melancarkan saluran air pembuangan sungai/kali tersier Bojong Renged terlebih menjelang HUT RI Ke-74,” ujar Arif kepada awak media.

Di tempat yang sama, Sekdes Rawa Rengas Muklis menyampaikan kegiatan gotong royong ini demi terciptanya lingkungan yang bersih.

Menurut Sekdes yang murah senyum ini, mengatakan warga desa harus bersih dan rapih dari sampah. Supaya terhindar dari berbagai macam penyakit.

“Saya menghimbau kepada warga masyarakat Desa Rawa Rengas agar membuang sampah pada tempatnya, setiap lingkungan di sepanjang Jalan Desa Rawa Rengas harus bersih dan rapih terlebih bersih dari sampah. Supaya terhindar dari berbagai macam penyakit diantaranya, penyakit muntaber dan demam berdarah (DBD)”, Kata Mukhlis

“Semua ini demi kepentingan warga Itu Sendiri, khususnya bagi masyarakat Desa Rawa Rengas”.tukasnya.

Sementara, Bagian Pengawas dari Dinas Lingkungan Hidup ( LH ) dan Kebersihan UPT 9 Kab. Tangerang Oke Fadillah menuturkan, bahwa sebelumnya sudah diprediksi menjadi titik rawan sampah karena adanya pembangunan jalan baru.

“Dari jauh hari sudah kita prediksi, bahwa setelah terciptanya jalan baru parameter Utara, ini menjadi titik awal baru rawan sampah karena dari gorong-gorong yang menyumbat yang tidak bisa menampung sampah, dan setelah kegiatan inipun kita akan sonding untuk mencari solusi kedepan,” kata Oke, Selasa (30/7)

(REN/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *