Petani di Tangerang “Was-Was”, 376 Hektar Terancam Gagal Panen

KAB TANGERANG, (mediamurba.com) – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kronjo, mendata tanaman padi pada lahan persawahan seluas 376 hektre di Kecamatan Kronjo, Mekar Baru dan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, terancam gagal panen.

Demikian hal itu diungkapkan Arief Prianto, Penyuluh pada BPP Kronjo, kepada awak media, Selasa (29/7).

Lantaran was-was, bagi kalangan petani mulai terasa dampaknya, Arief menjelaskan tanaman padi pada lahan seluas 376 hektare di ketiga kecamatan tersebut terancam gagal panen, apabila kemarau hingga Oktober mendatang.

“Per pekan lalu, tanaman padi yang terancam gagal panen berusia antara 25 sampai 55 hari setelah tanam (HST). Dengan usia tersebut, apabila kemarau berkepanjangan hingga Oktober, maka tanaman akan gagal panen,” tutur Arief.

Saat ini sejumlah petani berupaya untuk menyelamatkan tanaman padi dengan cara mengairi persawahan menggunakan pompa air. Menurut Arif, upaya itu tidak akan maksimal untuk menyelamatkan seluruh tanaman padi milik petani.

Lanjut, Arif menyebutkan, berdasarkan kalender pertanian bahwa musim tanam (MT) dibagi menjadi musim tanam satu (MT 1) dan musim tanam dua (MT 2).
Arief menjelaskan, MT 1 dimulai Oktober sampai Maret, yang dikenal dengan istilah Okma. “Pada MT satu inilah musim penghujan,” jelasnya. Sedangkan, MT 2 dimulai April sampai September, yang dikenal dengan istilah Asep. “Dan, pada MT 2 inilah musim kamarau”.

Paparan selanjutnya, ketika MT 2 tidak seluruh lahan persawahan dengan total seluas 7.206 di Kecamatan Kronjo, Mekar Baru dan Gunung Kaler, ditanami tanaman padi. “Tapi, ketika MT 1 seratus persen lahan itu ditanami tanaman padi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ahmad, salah satu petani di Kecamatan Mekar Baru, meminta Pemda Kabupaten Tangerang membangun bendungan karet. Ia menjelaskan bendungan karet berfungsi untuk menampung air pada saluran air. Kemudian, mencegah air laut masuk ke saluran air saat musim kemarau.

Pihaknya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan benih padi kepada petani yang mengalami gagal panen. “Kedepan semoga pemerintah dapat membangun bendungan karet, serta memberikan bantuan benih padi untuk ditanam pada musim tanam mendatang,” harapnya.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *